What Time Is It?

Friday, 16 September 2011

NUNCHAKU

Nunchaku adalah senjata berjarak serang pendek. Itu sebabnya sangat berguna dalam pertarungan jarak dekat. nunchaku dipopulerkan oleh pencipta Jet Kune Do. Bruce Lee. apabila sudah mahir dalam menggunakan senjata ini. maka kecepatan ayunannya bisa mencapai 62 mil perjam! (bayangin kegetok sama benda keras yang kecepatannya segitu?).

Ada beberapa bagian dari Nunchaku( biasa disebut juga Double stick atau Ruyung di Indonesia) :













1. Jokon Bu - bagian atas

2. chukon Bu - tengah

3. Kikon Bu - bawah

Pemakaian Nunchaku tak hanya terbatas pada ayunan atau sodokan. senjata ini juga dapat digunakan sebagai penangkis dan pencekik. ada aliran beladiri yang hanya menggunakan nunchaku sebagai senjata utamanya. di samping ada aliran beladiri yang menggunakan berbagai senjata. dalam realita. ada dua jenis pertandingan Nunchaku. yaitu pertandingan freestyle dan pertandingan kumite (pertarungan). dalam freestyle para atlet memegang Nunchaku dalam daerah chukon bu agar lebih leluasa bergerak. sedang dalam bertarung, daerah yang sering digunakan adalah kikon bu karena dengan memegang pada daerah Kikon bu. maka jarak serang menjadi lebih jauh.

GUAN DAO

Guan Dao berasal dari jaman Tiga Kerajaan (221-280 AD), dan konon tingginya 8 chi (1 chi=0.3581 meter, jadi 8 chi=2.87 meter) dan beratnya antara 80-90 kati (1 kati=1 pon). Menurut Dr. Yang, senjata yang diciptakan pada jaman dinasti Song oleh jendral Yue Fei adalah Pu Dao.

Guan Dao, pedang bulan sabit yang bentuknya tombak besar yang menjadi senjata Guan Yu (Kwan Kong) dalam novel Samkok sebenarnya bukan senjata yang sebenarnya digunakan oleh Guan Yu pada masanya. Menurut catatan sejarah, tombak berujung pedang bulan sabit seperti yang digunakan oleh Guan Yu tadi baru muncul pada zaman Song (800 tahun setelah masa hidup Guan Yu).

Lalu Guan Yu mengunakan apa? Guan Yu mungkin sekali menggunakan tombak biasa (dengan pedang lurus panjang di ujungnya) yang memang lazim di zaman Qin dan Han. Jangan meremehkan dulu, masa 2000 tahun yang lalu itu, waktu Byzantine Roma menyerang sampai di wilayah Kazakhstan yang sekarang, mereka baru menggunakan senjata dari kayu, belum ada senjata logam. Mereka akhirnya ditahan oleh pasukan Han dan ditawan serta dijadikan pasukan “legiun asing”-nya Han. Legiun asing ini kemudian dipergunakan sebagai pasukan penjaga perbatasan. Sekarang, ada 1 kota pemukiman di propinsi Xinjiang yang mempunyai karakteristik mirip orang Roma.

Seperti yang telah dipaparkan, Guan Dao hanya tercatat di dalam San Guo Yan Yi. Sedangkan catatan sejarah resmi Zaman Tiga Negara adalah Sanguozhi. Namun guandao tidak pernah ada tercatat dalam Sanguozhi. Jadi, dapat dipastikan yang punya data tentang guandao, apalagi lengkap dengan berat dan panjangnya, adalah dirujuk dari San Guo Yan Yi.

Guan Dao dalam San Guo Yan Yi dapat dipastikan adalah dimasukkan sebagai imajinasi Luo Guanzhong ke dalam ceritanya. Berat Guan Dao di sana dituliskan adalah 82 kati. Di sana, Liu Bei juga dituliskan mempunyai lengan panjang sampai dapat memegang lututnya tanpa membungkuk. Itulah keindahan novel.

Sifu Wing Lam, guru Hung Gar, menggunakan Guan Dao yang beratnya 10 kg. Itu masih realistik dan bisa digunakan dalam pertempuran dengan efektif, asal yang pegang sudah cukup latihan. Tapi seberapapun beratnya, Guan Dao memang bukan senjata yang beratnya seimbang. Desainnya memang selalu berat kepala karena itulah kunci mengeluarkan momentum tenaga. Sekali diputar momentum yang keluar dari berat golok digunakan untuk menyambung langsung ke gerakan berikutnya. Kalau dielakkan, tinggal sabet kebelakang karena berbeda dengan golok lain, golok Guan Dao tajam depan belakang.

Tuesday, 13 September 2011

KARAMBIT

Karambit adalah senjata tradisional atau kuno yang lahir di Indonesia. Melalui jaringan perdagangan Indonesia dan kontak dekat dengan negara tetangga, akhirnya tersebar ke berbagai Negara seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Thailand. Karambit masih mempunyai kemiripan dengan pisau Swiss tentara masa kini, dahulu karambit adalah “pisau saku” dari masyarakat desa tradisional. Alat ini didokumentasikan pertama kali digunakan pada awal abad ke 11 sesudah masehi. Dan saat ini bisa ditemui di daerah daerah kepulauan tradisional di Indonesia maupun di toko peralatan bela diri.

Walaupun rumor menyatakan bahwa karambit telah diperkenalkan di Amerika sekitar tahun 1800-an, karambit “secara resmi” dikenalkan di Amerika pada tahun 1950-an dan dipopulerkan, terutama dengan seni bela diri pada akhir 1970 dan 1980. Hampir tidak dikenal pada komunitas sekuler, kemudian pada pertengahan 1990-an semakin dikenal sebagai elemen seni bela diri dari Pencak silat(Indonesia), Bursilat (Malaysia), dan Kali(Filipina). Di Indonesia, karambit mulai terkenal ke khalayak ramai sejak tahun 2009 ketika diputarnya film MERANTAU. Dengan Iko Uwais sebagai aktor utamanya. Saat scene ketika Yuda(Iko) sedang melatih jurus harimaunya, tampak ia juga menggunakan karambit sebagai senjata. ini sesuai dengan desain karambit yang konon berawal dari cakar harimau.

Kegunaan utama dari karambit di zaman dahulu mirip dengan pisau saku Eropa, digunakan untuk pekerjaan pertanian, sebagai alat untuk memanen buah dan sayuran, dalam beberapa kasus langka, menjadi sebuah senjata pertahanan diri. Pada zaman modern, pisau unik ini masih menampilkan fungsi yang sama seperti saat nenek moyang kita dahulu menggunakannya. Yaitu untuk keperluan pekerjaan sehari-hari seperti memotong kulit hewan, atau memotong tali atau untu pekerjaan di luar rumah, seperti menghaluskan kayu untuk membangun rumah, atau untuk keperluan memancing. Dan tentu saja sebagai sebuah senjata bagi seorang praktisi bela diri. Desain dan kegunaan praktis dari karambit di masa kini telah dikembangkan oleh Steve Tarani , salah satu dari praktisi bela diri yang cukup terkenal. Didesain semakin efektif dan menghasilkan daya rusak besar. Karambit modern terdiri dari berbagai macam ukuran dan bentuk. Bentuk dari karambit yang unik membuatnya menjadi senjata yang cukup aman karena meminimalisir resiko “memotong diri sendiri”.

Keuntungan Dari Karambit
- Sangat sulit untuk disarm(dilucuti oleh musuh)
- lebih mudah dikontrol dari pada pisau biasa.
- Didesain untuk bisa menghasilkan potongan dengan jumlah besar.
- Dengan desain pegangannya, karambit dapat menransfer energi dari tubuh dalam jumlah besar.

Sebagai senjata dalam ilmu beladiri, gaya bertarung dengan menggunakan karambit identik dengan gerakan yang lemah gemulai seperti sebuah tarian. Yang kemudian berubah menjadi sebuah serangan cepat yang menyerang daerah-daerah fatal seperti persendian atau leher. juga divariasikan dengan kuncian untuk menghentikan gerakan lawan.